Indonesian Rushers

  • Created by Rusher
  • BTR-Indonesia Merchandise
  • Indonesian Rusher, Click Here
  • Shipped with BTR
  • Archive
  • RSS
  • Rusher Ask!
  • Submit Your Idea
banner

Logan’s Imagines: Antara Aku, Kau dan Dia

Hi Guys, I’m Kartini (@kartiniaprillya) I’m sorry if this imagine isn’t too good. But, I hope you like and enjoy it. For more Imagine story, you can visit my blog on artiniaprill.blogspot.com. Thanks for reading :))
Udah 3 tahun kamu tinggal di Australia, sekarang saatnya kamu untuk kembali ke LA. betapa senangnya kamu karna sebentar lagi kamu akan bertemu Logan. yaa, Logan adalah pacar kamu. kalian berpisah karena kamu harus ikut ayah dan keluargamu pindah ke Australia untuk urusan bisnis ayahmu. oiaa, disini ceritanya  ayahmu adalah seorang pengusaha terkenal di LA. kamu pasti sangat bangga sekali mempunyai ayah seperti dia.
“Ready for come back to LA sweety??” katamu kepada Katie. yaa, Katie adalah adik semata wayangmu, kamu sangat sayang sekali kepada Katie.
“I’m ready my lovely sista” jawabnya kegirangan, karena katie pun juga tak sabar ingin segera bertemu logan.
Katie dan logan juga sangat dekat, kedekatannya sama seperti kamu dan katie, bahkan kalo dibilang bisa lebih.. hihihihihi…..
***
Kamu sudah nyampai di LAX intenational airport. disana sudah ada logan yang menunggumu, dan kamu pun menghampirinya.
“Kau sudah menunggu lama?” tanyamu. logan pun terkejut, karna dia sedang asik memainkan iPhonenya sehingga dia tidak sadar kalo kamu sudah berdiri di hadapannya.
“(yn)” tanpa berkata banyak logan langsung berdiri dan langsung memelukmu.
“aku sangat merindukanmu (yn)” bisik logan di telingamu.
“aku juga logan, aku sangat-sangat merindukanmu” jawabmu. kalian berpelukan lumayan lama, sampai katie datang dan mengejek kalian.
“hemm hemm.. ciee, ada yg lg pacaran nii!! siapa yaa??” ucap katie meledek. kalian pun melepaskan pelukan kalian. dan kalian pun tertawa melihat tingkah laku katie dan katie pun terdiam malu. hahahaha…
***
Besok paginya, ketika kamu bangun tidur kamu langsung melihat ponsel mu dan ketika itu juga logan sms kamu.
Logan
+31025644xxx
“good morning my honey. I’m waiting for you this morning near in the park. love you”
kamu pun senyum-senyum sendiri ketika membaca sms logan, dan kamu membalasnya.
“Ok, love you too baby :)”

kamu bergegas mandi sekarang dan langsung pergi untuk menemui logan. ketika kamu bergegas untuk pergi, ibumu menyapamu.
“mau kemana pagi-pagi begini (yn)?”
“aku mau menemui logan ibu, dia sudah menungguku sekarang”
“tak mau sarapan dulu sebelum pergi?”
“tak perlu, aku tidak lapar” jawabmu dan langsung pergi krn logan sudah menunggumu.
***
Tak lama ketika kamu keluar dari rumah, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menyerempetmu dari belakang, dan kamu pun terjatuh, kepalamu berdarah akibat terbentur kecil di aspal. orang yg menabrakmu keluar dari mobilnya dan segera menolongmu.
“kau tidak apa-apa??” tanya orang itu. tiba-tiba orang itu terdiam sejenak ketika melihatmu.
“(yn)” lanjutnya. kamu pun terkejut ketika dia menyebutkan namamu dan kamu menoleh ke arahnya.
“Kendall???” jawabmu.. ternyata yang menabrakmu adalah Kendall. Kendall adalah sahabat mu sejak kecil dan kamu sudah menganggapnya seperti kakakmu sendiri.
“kau sudah kembali??” sambung kendall.
“yaa, baru kemarin”. jawabmu.
“kau terluka. aku akan membawamu ke rumah sakit”. kata kendall.
kendall pun membopongmu ke rumah sakit terdekat. ketika diperiksa, kata dokter tenyata lukamu tidak begitu parah, tp kamu perlu istirahat yang cukup. lalu kendall mengantarmu pulang dan menemanimu dirumahmu karna dirumahmu tidak ada siapa-siapa, Katie sekolah, ayah dan ibumu pun bekerja.

***
Sementara itu, Logan yang menunggumu dari tadi pagi pun gelisah, “tak biasa-biasanya dia seperti ini” ucapnya dalam hati. dan logan pun langsung berpikiran untuk kerumahmu. ketika sampai dirumahmu tanpa sengaja logan melihatmu bersama kendall, yaa, kalian terlihat mesra sekali. tp logan salah mengartikan kemesraan kalian. logan mengira kamu sudah memiliki pria idaman lain selain dirinya. entah apa yang ada dibenak logan sekarang, diapun mengurungkan niatnya untuk menemuimu.

Read More

    • #Logan
    • #story
    • #Big Time Rush
    • #submission
  • 9 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

will you be my soulmate?

Hi guys I’m Zahra (@zahrafiva). Umm… So, this is my first story. I’m sorry if it isn’t good enough. But I hope you enjoyed this story ;;)

 

“Ravienna !!!!”. Teriak nenek ketika melihat undangan dari Excellent University. “Ada apa sih nek?! Pagi-pagi udah teriak-teriak!”. Balas Vienna dan menghampiri neneknya. “Ini loh kamu diundang menjadi motivator di Excellent University! Kamu hebat nak! Selamat yaaa…nenek bangga padamu.” kata nenek. “Uh itu… aku kira ada apa. Iya nek terimakasih ya, tapi tidak usah berlebihan begitu lah!”. Balas Vienna. “Wuiiihh…ada apa ini pagi-pagi udah heboh aja!”. Suara James terdengar dari atas. “Ahh…paling nenek berlebihan lagi!”. Balas Carlos yang sedang menuruni tangga. “Ada apasih nek, pagi-pagi begini udah teriak-teriak!” Kata Kendall. “Ini kalian sini dulu baru nanti nenek kasih tau!”. kata nenek. “Udah nek teriak aja!”. Teriak James dan Carlos yang sedang sibuk mencari pakaian mereka. “Heeei! kalian apa-apaan sih, udah besar masih aja gak nurut kata-kata nenek!” ujar nenek kesal. Akhirnya James dan Carlos mengikuti kata-kata nenek dan segera duduk di meja makan. Hmm…setiap hari mereka memang begitu, Vienna hafal betul dengan perdebatan mereka. Yaa setelah orang tua mereka meninggal, Carlos, James, Kendall dan Vienna tinggal bersama nenek. Untungnya saja mereka berempat mempunyai tingkat intellegent yang tinggi. Jadi mereka selalu menjadi best student sampai menjadi seorang sarjana. 

“Lihat nih adik kalian mendapatkan kesempatan untuk memberikan motivasi di Excellent University!”. Kata nenek bangga. “Waaaahh….Selamat yaaa adikku tersayang, tercantik, ter-ter-ter deh pokoknya! Kamu mau apa dari kita?”. Kata C,J,K. “Umm…gak usah kak, terimakasih ya semangatnya!”. Kata Vienna. “Apa kamu mau kita carikan jodoh? soalnya 6 bulan lagi kan umur kamu yang ke 24, Ibu dan Ayah kan bilang kamu harus mendapatkan jodoh kamu pada usia 24 tahun, minimal kamu tunangan deh”. Ujar Carlos asal. “Carlos !!!!”. Bentak nenek, James dan Kendall. “Mmm…maa..aaf… Vienn maaf ya, kakak gak sengaja!”. Kata Carlos. “Hmm…It’s Ok! No Problem. Well, aku duluan ya.” Kata Vienna lesu dan segera meninggalkan meja makan. “Carlos ini semua gara-gara lo ya! Liat tuh Vienna! Jadi gak bersemangat kan! Makanya jangan suka asal jeplak!”. Kata James. “Ya…tapi emang bener kan?, kalo kita-kita kan udah pada tunangan, nah kalo dia masih high quality jomblo. Gua sedih masa adik gua yang mendekati sempurna belum ada pasangannya. Mana udah deket deadline lagi!”. Jawab Carlos asal. “Los! Diem bisa gak sih?”. Kata Kendall.

 

Read More

    • #Logan
    • #story
    • #BTRindonesia
    • #submission
  • 9 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

my best friend being my boyfriend

Nama gue Lucy. Gue sahabatnya James dari kecil. Kita tetanggaan. Kita sahabatan dari SD sampe sekarang. Tapi akhir2 ini.. kita jarang main gara2 james sibuk konser keliling amrik sma bandnya… kesepian juga ya kalo ga ada james. Soalnya Cuma dia yang bikin gue ceria lagi kalo gue lagi sedih…

Gue sekolah di New York University. Gue satu sekolah sama James. Di kampus, gue juga punya sahabat. Namanya Michelle. Dia sahabat gue di kampus.

M: “eh Lu… mana sahabat lo yang ganteng itu?? =)) kok tumben ga ada?”

  L: “Lo suka ya sama dia?? Hayoo ngakuu… ._.v”

M: “eh ga kok… Cuma nanya doang lagi.. :p lo juga belum jawab pertanyaan gue…”

L: ”hahahahaha…. yadeh..  si James lagi ktour sama bandnya…  keliling amrik..”

M: “wah.. enak dong.. kenapa lo ga ikut aja sama dia?? Kan enak bisa keliling amrik…”

L: “pengennya sih gitu.. tapi kan gue harus kuliah.. gue ga bisa ninggalin gitu aja dong.. soalnya sekolah di sini tuh penuh perjuangan deh..”

M: “hahahahahaha… yayaya… eh tapi kan lo masih bisa nonton konsernya…”

L: “pengen sih.. Cuma gue ga ada duit…”

M: “yaelah… kan lo punya tabungan…”

L: “tapi kan.. kata ortu gue, itu tabungan buat masa depan gue nanti…”

M: “maksudnya??”

L: “buat nanti kalo gue udah nikah…. :p”

M: “ohh nikah.. nikah sama siapa tuh?? =))”

L: “ya sama orang lah… ya masa sama monyet?? :p”

M: “iya siapa namanya.. ”

L: “hmm… kasih tau ga yaa… mau tau aja apa mau tau bgt?? :P”

M: “ihh.. seriusan.. ( -_-)!!”

L: “kalo diliat dari cowo idaman.. si James… ”

M: “ciye james.. ”

L: “itu kalo diliat dari cowo idaman… kalo jodoh sihh… mana gue tau.. :p”

M: “si James kapan pulang?? ”

L: “gatau.. kayaknya seminggu lagi dehh…”

M: “HAH? SEMINGGU??!! GA SALAH??!!”

L: ”la emang begitu… kan banyak kota yg harus mereka datengin…”

M: “ohh… yaudah deh.. kita masuk kelas yuu.. dah bell nih..”

L: “yaudah yuu…”

—- JAMES —-

                Gue lagi keliling amrik.. gue balik ke LA seminggu lagi… duhh… rasanya kangen banget sama tu anak.. kayak yang udah lama ga ketemu sampe 10 taun… ga sabar rasanya…

Read More

    • #story
    • #BTRindonesia
    • #Big Time Rush
    • #IndonesiaWantsBTR
    • #submission
  • 9 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

I Love My Brother

  Tet! Tet! Tet! suara itu berasal dari klakson mobil yang diparkir di luar. Aku pun bergegas mengambil tas berwarna putih biruku yang berada di tempat tidur,membuka pintu kamar,dan menuju dimana mobil itu berada
   ” Hufh! Kamu lama amat sih,dek! ” Kata Kakakku,James dengan raut muka yang agak kesal
   ” Iya,Kak. Maaf. Tadi aku salah pake sepatu. “
   ” Yah kebiasaan deh kamu. Makanya kamu tuh jangan mikirin si siapa tuh? pacar kamu? Kadal ya? “
   ” Ih Kak James. Namanya Kendall tauuuu. ” kataku sambil memukul pelan lengan tangan kak James
   ” Yaah siapa kek. suka suka kakak dong. “
   ” Ya udah deh,kak jangan banyak ngomong deh. cepetan jalan. aku udah mau terlambat nih.”
   ” Ah! belum kali,yu. Bilang aja kamu mau ketemu si Kadal. Iya kan ? ” Kata Kak James sambil menyalakan mesin mobilnya.
   ” Kendaaaaaal. Duh! “
   Hanya dibutuhkan waktu 20 menit dari rumah ke sekolah. Aku dan Kak James sama sama ditempatkan oleh mama dan papa di satu sekolah. tetapi kita berbeda unit. Kak James di SMA,aku di SMP. Sebenernya aku tidak mau di tempatkan di sekolah yang sama oleh Kak James. Tapi papa beralasan Kak James bisa melindungiku jika aku di satu sekolah. Daaan semenjak aku ditempatkan di satu sekolah dengan Kak James,sifat protektif Kak James semakin kelihatan. Memang sih itu yang dipesankan papa dan mama sebelum mereka bertugas ke Malaysia kalau Kak James harus melindungiku. Tetapi aku nggak tahan dengan sifatnya yang kelewat batas itu.
   ” Hai! melamun aja kamu ” Kata Afra,sahabatku tiba tiba

Read More

    • #Kendall
    • #James
    • #Carlos
    • #Logan
    • #story
    • #Big Time Rush
    • #submission
  • 9 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Akankah Cinta Datang Kembali?

Posted by @AnggitaPM, sebenernya ini diambil dari tugas akhir sekolahku hehehe ;D

Matahari datang menyinari dunia, di tahun ajaran baru SMA Palm Woods. Gita dengan wajah cerianya yang siap menghias dunia, seakan-akan ingin memberitahu seluruh alam bahwa ia adalah siswi baru di dunia putih abu-abunya. Tidak sabar ia untuk merasakan pahit manisnya dunia putih abu-abu di sekolah itu.

Memasuki gerbang sekolah, ia tersenyum bahagia ketika melihat betapa indahnya suasana di lingkungan sekolah……. aaahhhh sungguh terkesimanya ia melihat pohon beringin dan bunga-bunga yang melambai-lambai seakan mengucap selamat datang di sekolah itu. ”Sumpah sekolah ini bagus banget! Mudah-mudahan di dalemnya juga begitu…” katanya dalam hati.

Jam 07.00, tepat saatnya upacara pembukaan MOS. Seluruh siswa bergegas menuju lapangan, berbaris sepuluh berbanjar. Gita memilih berdiri di baris tengah. Tiba-tiba seorang siswi di sebelahnya menepuk pundaknya.

“Hai. Boleh kenalan ngga?” kata siswi itu sambil memberikan tangannya.

”Boleh. Namaku Gita. Kamu siapa?”

”Aku Samantha. Wow, nama yang sangat cantik!”

”Ahaha…. kamu bisa saja. Kamu dari sekolah mana?”

”SMP Stella. Kamu?”

”Aku dari SMP Kamboja. Salam kenal ya..” 

Samantha tersenyum kepada Gita mengakhiri perkenalan itu. Setelah upacara selesai, mereka memasuki kelas baru, di kelas 1-D. Siswa-siswi di kelas itu nampaknya keturunan Eropa, karena sebagian besar berkulit putih. Tampang mereka juga ramah-ramah. Mungkin akan banyak yang mau berteman denganku, kata Gita dalam hati. 

Gita dan Samantha memilih duduk di kursi paling depan, di pojok sebelah kiri. Di belakang mereka ada juga dua siswa. Gita kemudian segera berkenalan dengan dua siswa itu.

G: ”hey, kalian ngga kece nih kalo ngga kenal kita…. hahahaha….. nama kalian siapa?” (dengan sok asiknya memulai kenalan)

K: ”hahaha boleh kok, gue Kendall”

L: ”Gue Logan. Nama elo siapa?”

G: ”Nama gue Gita, di sebelah gue ini namanya Samantha. Sam, kenalin nih, ini Kendall,sebelahnya itu si Logan..”

Setelah berkenalan, mereka asyik mengobrol tentang sekolah dan kegiatan mereka. Canda tawa pun terlukis juga dari mereka, dan terlihat keakraban yang mendalam dari mereka. Karena keakraban itulah, lama-kelamaan mereka menjadi empat sekawan, dan juga empat sahabat.

Dan ketika jam 14.30, bel dibunyikan. Siswa-siswi berlarian keluar gerbang sekolah. Gita memilih pulang bersama Samantha. Ketika mereka menuju angkutan umum, mereka terkejut melihat Kendall dan Logan juga berada di situ. Kembali mereka saling bercanda tawa, sampai-sampai tidak terasa Gita sudah mau turun dari angkutan itu.

G:”Ken, Gan, Sam, gue duluan yaa..”

K: ”Iya Git, hati-hati di jalan yaa…” (melambaikan tangan)

Read More

    • #Kendall
    • #James
    • #Carlos
    • #Logan
    • #story
    • #BTRindonesia
    • #Big Time Rush
    • #submission
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Logan’s Dilemma (Jo and Logan inside)

so! this is my fiction for Big Time Rush! and I ship Jo and Logan for this! hope you enjoy this and follow me on twitter @rzschmidt or http://ifyumaruledtheworld.tumblr.com :)

Logan hanya bisa merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yang tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil. Malam ini, dia hanya bisa membaca buku-buku kedokterannya yang sudah berkali-kali khatam tapi tetap saja tidak bosan dibacanya. Dia melirik ke arah jam dinding yang terletak di sudut kamar. Pukul 3 dinihari dan dia belum juga bisa menutup matanya dengan total.

Dia melihat ketiga temannya sudah tertidur pulas. Carlos sambil memeluk boneka zebra-nya yang senada dengan piyamanya. James sudah ngorok keras tidak peduli dengan Logan yang terganggu dengan suaranya. Kendall tertidur dengan sangat ’pecicilan’ bagaikan pemain hockey yang meliuk-liuk di arena ice skating.

Logan hanya bisa menghela nafasnya dan menutup bukunya. Mencoba untuk masuk ke alam mimpinya yang semakin sulit dijangkaunya. Padahal, besok pagi dia harus sudah berada di Rocque Records untuk sesi rekaman lagu terbarunya untuk album kedua. Tapi, organnya menolak untuk beristirahat.

Dengan segala perhitungan, dia memutuskan untuk berjalan-jalan keliling Palmwoods. Bisa saja dia besok pagi ditemukan di lobi atau kolam renang Palmwoods sedang tertidur pulas. Dia menyerah dan memutuskan untuk membuat dirinya lelah sehingga dia bisa mengantuk.

Dia menuruni swirly slide dengan sangat berhati-hati, takut ketiga temannya dan Mama Knight bangun mendengar berisik di swirly slide kesayangan Carlos. Dengan hanya berpiyama hitam polkadot dan topi tidur yang senada dengan bajunya.

***

Kini Logan sudah berada di lorong Palmwoods yang gelap dan sepi. Untung otaknya tetap bekerja sehingga dia membawa senter agar dia tidak menabrak tembok atau sesuatu di lorong nanti.

Pasti lift tidak bekerja sehingga, dia memutuskan untuk melewati tangga darurat. Terasa sangat jauh dan besar, tidak seperti biasanya yang serba praktis. Dia khawatir, Mr. Bitters sedang mengigau dan menemukan Logan sedang berjalan-jalan di Palmwoods di pagi buta seperti ini.

Dia sampai di lobi Palmwoods yang ternyata tetap terang. Pastilah tetap terang karena beberapa penghuni Palmwoods adalah seorang public figure yang sering pulang pagi karena selesai syuting. Sama halnya dengan…

Seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut blonde, memakai sebuah jaket yang terlihat sedikit kebesaran dan tebal. Tingginya hampir menyamai Logan dan matanya yang cokelat terlihat mengantuk dan lelah. Logan hanya bisa berhenti di depan meja receptionist dan melihat gadis itu memasuki lobi Palmwoods.

Jo Taylor. Kekasih Kendall yang merupakan sahabatnya. Dia teringat saat Jo pertama kali datang ke Palmwoods. Dia dan ketiga sahabatnya berebut untuk mendapatkan posisi yang tepat di hatinya. Dia ingat perjuangannya bernyanyi dari bawah balkonnya berusaha menarik simpatinya. Dia ingat saat ingin berkenalan dengannya, dia malah terkena ciuman mautnya Camille. Dia ingat itu semua dan kini dia merasakan sesuatu yang berbeda di dirinya.

Sudah seminggu memang setiap Logan melihat Jo jantungnya berdegup dengan sangat kencang dan mendadak dia tidak bisa berbicara lancar seperti biasanya. Ditambah lagi jika Jo berbicara dengannya dan melihat Jo tersenyum walaupun bukan tersenyum untuknya. Dia tahu, dia sangat jarang mengobrol dengan Jo, apalagi harus ngobrol berdua. Rasa itu masih mengganjal dan masih menyisakan bekas yang cukup dalam di hatinya.

”Jo?” mulutnya tidak mau diajak kompromi. Dia mengeluarkan kata tersebut dan sontak gadis yang baru saja masuk lobi itu berhenti di hadapannya persis. Tersenyum walaupun matanya sayu karena mengantuk.

”Logan? Kau belum tidur?” tanya Jo. Logan menggeleng dan tersenyum sekaligus nyengir.

”Erm-yeah. Aku-er-insomnia. Er-aku tidak bisa tidur. Er-kau baru pulang?” tanya Logan dengan sangat gugup. Jo hanya menaikkan alisnya.

”Ya. Aku baru selesai syuting. Kau tahu, New Town High sedang kejar tayang untuk menyelesaikan Season 1 dan bersiap-siap di Season 2. Kau kenapa belum tidur? Hanya insomnia?” tanya Jo. Semburat merah di kedua pipi Logan terlukis sempurna. Hanya saja lampu lobi yang tidak semua dinyalakan membuat wajahnya tidak terlalu jelas sehingga Jo tidak melihat semburat merah di pipinya.

”Er-yeah. Tugas dari Mrs. Collins membuatku gila. Er-mungkin terlalu sering berpikir.” Jawab Logan sekenanya. Jo tertawa. Deg. Logan serasa mati berdiri mendengar tawa khas Jo yang membuat wajahnya kini bagaikan kepiting rebus.

“Jangan terlalu banyak berpikir. Kau jadi orang selalu ingin perfect. Ingat, karier mu juga penting.” Kata Jo sambil menggandeng tangan Logan.

DEG!

Tangannya yang dingin itu kini dirasakan pula oleh Jo. Dia tidak bisa mengontrol kegugupannya. Gadis ini. Gadis yang mampu membuat Logan gugup walaupun Logan orangnya gugupan. Tapi belum pernah dia merasa segugup ini.

”Er-ngomong-ngomong, aku ke kamar dulu. Aku lelah. Bye, Logan. Piyama, topi, dan sandal yang lucu.” kata Jo sambil tersenyum. Mata Logan melebar. Dia lupa! Dia masih memakai piyama! Mukanya langsung semerah darah segar.

***

Jo sudah berjalan menuju kamarnya. Dia masih mengingat penampilan Logan barusan. Dia tersenyum geli walaupun dia sangat nervous harus berhadapan dengan seorang laki-laki yang paling pintar yang pernah ditemuinya. Laki-laki yang berhasil membuat hatinya jungkir balik. Berhasil membuat pipinya berwarna merah.

Read More

    • #Big Time Rush
    • #IndonesiaWantsBTR
    • #Logan
    • #story
    • #submission
  • 1 year ago
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Our Love is Forever

Hey rushers , I’m Vania (@teresavania) and this is a story I wrote about Logan. This is my first story so I’m SO sorry if it isn’t good enough . I’m an amateur anyway :p Enjoy and feedback please J

2 tahun yang lalu

Today’s a pretty weird day . Waktu bangun pagi tadi, aku mengecek handphone dan menemukan sebuah SMS dariLogan, that says :

Morning, Kim ! Go take a bath then get dressed quickly and meet me in the roof of our school ! hurry, I’m waiting J

            Kadang aku kagum dengan ke-kurangkerjaan-nyaLoganyang bener2 kurang kerjaan, tapi belum pernah dia se-kurangkerjaan ini . I mean, this is Saturday, which means no school, dia malah ngajak ketemuan di sekolah . Pagi2 dan harus buru2 pula . Rasanya pengen banget jitak kepalanya nanti di sekolah . But however, I’m curious, what’s this boy up to this time ? Segitu pentingnya sampe niat banget ke sekolah pagi2 . Jadi buat nyari tau, akhirnya aku mandi dan siap2 dan, well, dengan sangat buru2 .

            Setelah siap2, aku turun ke bawah dan ternyata Mom udah nyiapin sarapan .

“ Morning, sweetie . Tumben banget hari libur bangun pagi .”

“ Morning, mom . Iya soalnya aku buru2 mau ke sekolah nih”

“ Sekolah ? But this is Saturday”

“Loganngajak ketemu . Males bangeeeeeet”

“ There’s gotta be something wrong with that boy . Dia kurang kerjaan banget”

“ I know right ? Well mom, he told me to be hurry so I’d better go now . Bye mom”

“ Bye hun”

 

Read More

    • #Logan
    • #story
    • #submission
  • 1 year ago
  • 3
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Reunited (Kendall Schmidt One Shot)

Hi :D maaf aku post nya bahasa Inggris ya. Ini yang udah aku tulis udah lama tapi belum sempet di upload, sooooo ENJOY! ^^ give feedbacks?:D

Kendall Schmidt: One Shot

Rated: K. Category: Romance.

Read More

    • #Kendall
    • #story
    • #IndonesiaWantsBTR
    • #submission
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Mission Possible (Part 5)

Hi! This is Froideur de Higanbana a.k.a @rarerea. This is the end of 1st arc. But don’t worry, the story will continue. 

“Hei! Kalian berdua bukan anak buahku!” kata Hawk.

“Memang bukan! Kami adalah—“

“Bandana Man dan Dragon Slayer!”

Tolong masukkan efek suara jangkrik disini.

“Bandana Man? Dragon Slayer? Really, James?”

“Bandana is cool!”

“Bunuh mereka!” perintah Hawk.

James membuka kacamata hitamnya dan mundur beberapa langkah. “Kita dikepung, Joe!”

Joe membuka kacamata hitamnya, mengambil kacamatanya sendiri dan memasangnya. “That’s the point.”

Dor! Dor! Joe mengeluarkan Glock dari balik jas-nya dan mulai menembak.

“Kau urus yang kelihatannya lemah, James!”

“Mereka semua terlihat kuat!” protes James. Tiba-tiba saja seseorang berlari ke arahnya sambil menodongkan pistol. James mengeluarkan dua buah Cuda yang dbawanya dan menyerang secara brutal.

“Aaa!! Mataku!” jerit orang itu. James memukul kepalanya dengan botol Cuda untuk serangan kedua, mengambil Revolver yang terjatuh, menembak kakinya sekali.

“Joe! A little help?!” teriaknya. Joe langsung berbalik arah dan menembak kepala orang itu. James dan Joe saling mendekat dan saling membelakangi satu sama lain. Wajah mereka terlihat serius.

“Kau bisa rasakan sensasinya, kan?” tanya Joe.

“Yeah, aku merasa sangat panas. Setelan hitam, pistol, dikerumini musuh, this is epic.”

“It’s more epic because we are handsome.”

“Totally.”

“Kau lumpuhkan mereka, aku yang urus bagian vitalnya.”

“Bring it on!”

.

Nick facepalm saat mendengar apa yang terjadi di dalam. Tentu Joe dan James tidak sadar penyadap mereka masih berfungsi.

“Mereka berdua ini benar-benar tipikal orang yang cepat mati,” desah Nick. Dia mengambil walkie-talkie dan menghubungi Kevin, Carlos dan Kendall. Kenapa walkie talkie sedangkan yang didalam memakai penyadap canggih? Hanya Tuhan yang tahu.

“Kita masuk, dua orang ini membuat suasana makin kacau,”

.

“I’m so ready!” Carlos terlihat bersemangat sambil menepuk helm-nya. Dia mundur beberapa langkah, memantapkan kuda-kudanya, dan—

“Auoooo!!!” Carlos berlari menerjang pintu di hadapannya. Pintu itu langsung terlepas dari engselnya dalam posisi berdiri dan tetap terdorong oleh kepalanya, Carlos tetap berlari tanpa mengetahui apa yang ada di balik pintu itu.

BUAK! Carlos menghantam dua orang sekaligus. Carlos membenarkan posisi berdirnya, pintu itu jatuh menimpa dua orang yang jatuh dalam posisi telungkup. Mereka pingsan.

“Carlos!” teriak James.

“James!” balas Carlos.

“Carlos?!” Jett tiba-tiba bangkit dari pingsanya dan memandang Carlos tidak percaya. “James?!”

“Jett!” teriak Mr. Stetson

“Joe!”

Semua terdiam sambil memandang Joe.

“Apa? Kenapa?” tanya Joe dengan wajah tidak bersalah.

Buak! Saat semua lengah, satu orang kembali ambruk. “Bisa kita lanjutkan?” tanyanya sarkastik. Tongkat hoki andalannya tetap tidak lepas dari tangannya. Itu benar-benar senjata andalannya.

“Kendall!” teriak James dan Carlos.

Jett langsung berdiri dengan wajah sinis. “Kendall Donald Knight…”

“Jett Stetson…” balas Kendall.

“James Issac Diamond…” kata James dengan nada melankolis.

“Carlos Gerardo Garcia…” Carlos juga ikut-ikutan.

Joe facepalm.

“James! Carlos! Tolong sadar situasi!” kata Kendall sambil menunjuk dirinya dan Jett. James dan Carlos diam.

Jett dan Kendall saling berjalan mendekati. “Well, well, well, lihat siapa yang datang? Seorang pemain hoki yang mencoba untuk terlihat keren padahal sebenarnya dia sadar dia tidak pernah mengalahkan Jett Stetson,”

“I’m dating Josephine Marie Taylor. How’s that, hm?” tantang Kendall. “You’re just jealous because she picks me over you,”

Jett tertawa sinis, “Kurasa ini pertarungan antara kita berdua,” Jett mengangkat tangannya, memberikan isyarat untuk anak buah ayahnya agar memberikannya senjata. Satu orang maju dan memberikannya—

“Stik golf?!”

“Dia memakai tongkat hoki, senjata kalian harus sepadan,”

Kendall tersenyum menantang, “Kau pikir bisa mengalahkanku dengan tongkat golf, hah?”

“Bring it!”

Read More

    • #Kendall
    • #James
    • #Carlos
    • #Logan
    • #story
    • #Big Time Rush
    • #submission
  • 1 year ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Mission Possible (Part 4)

Osu! Froideur de Higanbana a.k.a the amazing @rarerea a.k.a The Big Boss a.k.a Dangerea is here! Again! With part 4! Wohoo! Lots of tension! Lots of James Diamond. Get ready cause it’ll blow your speakers up! I mean… Blow your mind!

Higanbana Rin Lidde;2011-2012

Mission Possible

T. Humor/Action/Adventure/Drama/Friendship

Big Time Rush and JONAS. Later with 1D

OOC-ness, Gaje-ness, really unsignificant and not funny at all.

.

150 meter dari tempat James dan Carlos, Kevin dan Joe sedang bersembunyi dibalik pohon.

“Bagaimana?” tanya Joe pada Kevin yang sedang mengintai dengan Riflescope Night Vision Spartan*).

“Mereka sudah bertemu dua penjaga pertama.” kata Kevin.

“Huff, giliranku!” kata Joe sambil merakit AR-15-nya*). “Good luck, Kevin!”

“Yeah, you too. Please don’t die,”

“Like the hell I will,”

.

“Hai! Syukurlah akhirnya kami bertemu dengan makhluk hidup sejenis!” kata James sambil tersenyum melihat dua pria besar di depannya.

“Kiddo, kalian tidak boleh pergi lebih jauh dari ini,” kata salah satu dari mereka.

“Kenapa?” tanya Carlos.

“Please, leave.” kata orang yang satunya.

“Ayolah! Kami berdua hanya remaja yang tersesat di tengah hutan!” kata James dengan wajah memohon.

“Ya, kendaraan kami mogok, kami tidak punya makanan atau persiapan darurat apapun. Kami hanya mengikuti cahaya yang membawa kami ke gudang itu,” tambah Carlos.

“Kendaraan kalian ada di pinggir jalan, kan? Kenapa malah masuk ke dalam hutan?”

Carlos dan James saling berpandangan, tidak tahu mau menjawab apa.

“Ah… Kami mau mengunjungi nenek kami yang tinggal di hutan ini,” kata Carlos.

“Get out of here!” bentak pria pertama. Mereka berdua lalu mengeluarkan .45 Revolver dari balik jas-nya. James dan Carlos mundur dengan cepat.

“Aaa!” James memekik. “Eat this!” James mengeluarkan dua botol Cuda dari sakunya dan menyemprotannya ke mata dua pria itu.

Saat mereka mulai kehilangan fokus karena diserang James, Carlos mundur dan menarik nafas panjang. “Corndogs!!!” teriak Carlos.

.

“Siapa yang membuat kode bodoh seperti itu, sih?” desah Kevin. Dia mengunci sasaran, saat James dan Carlos menepi ke dekat pohon, saat itulah yang paling aman untuk menembak.

Lewat scope yang dipasang pada SCP-70/90-nya*), Kevin bersiap untuk menembak.

“Say hello to my Beretta,”

Dor! Dor! Dua tembakan beruntun yang sangat mulus dan sunyi. Kalau tidak berada paling tidak 50 meter, suara tembakan itu terdengar lebih seperti angin kencang yang tiba-tiba bertiup.

“Hm, that was easy,” gumamnya penuh kepuasan.

.

Dua pria lain yang berjaga di depan pintu masuk gudang menyadari ada sesuatu yang salah dengan dua temannya.

“Hei, kenapa mereka tiba-tiba ambruk?” kata pria satu sambil menunjuk ke arah depan. Agak samar-samar memang, tapi tetap terlihat mencurigakan.

“Aku akan periksa,” kata pria kedua.

Sementara di balik pohon, Joe sudah siap dengan senjatanya.

“Man in black, not so cool comparing to a bright shiny sniper in darkness,” Joe bicara pada dirinya sendiri. Melepas kacamatanya, mengunci sasaran, dan—

Dor! Pria itu langsung ambruk.

“What the heck?!” teriak pria yang kedua. Dia langsung mengeluarkan pistolnya, dan mengarahkannya ke arah tembakan tadi, yang berarti ke arah Joe.

“Oh crap! Damn! Dimana kacamataku?!” gumamnya ditengah kepanikan sambil mencari-cari kacamatanya. Terlalu beresiko untuk menembak.

Dor! Satu tembakan nyaris menyerempet kepala Joe, dia langsung tiarap.

Dor! Tembakan kedua—menggunakan penyadap-berasal dari seberang, langsung menembus kaki pria kedua itu. Kendall keluar pertama dari tempat persembunyian dan mengayunkan tongkat hokinya ke kepala pria itu. Cukup keras untuk membuatnya geger otak dan tidak sadarkan diri selama dua hari.

“Double check,*)” kata Kendall.

Kevin, James dan Carlos keluar dari tempat persembunyian mereka dan segera menghampiri Kendall.

“Wow, kenapa tadi itu bunyi tembakannya berbeda?” kata Kevin.

“Tembakan kedua itu dariku,” kata Nick sambil memutar Glock-nya dengan gaya koboi.

“Oh, Kendall. Itu akan meninggalkan bekas,” Carlos berempati melihat bekas pukulan yang diayunkan Kendall.

“Sialan, tembakannya hampir merusak rambutku!” umpat Joe sambil memegangi rambutnya.

“Here, use mine,” James meminjamkan lucky comb-nya.

“Thanks. And James, if you can be so kind—“

“Ya, aku tahu.” James mengeluarkan cerminnya juga. Melihat dua orang ini, yang lain hanya bisa facepalm.

“Rencana selanjutnya, kita berdua masuk?” kata Kendall pada Nick.

“Kendall, kau punya senjata yang lebih mudah disembunyikan daripada sebuah tongkat hoki?” tanya Kevin.

“Nay. Aku hanya punya, dan bisa menggunakan ini.” jawab Kendall.

“Tidak mungkin membiarkan Kendall masuk tanpa senjata.” kata Nick.

“Yes, and you are a terrible actor. Undercover is not your speciality,” kata Joe sambil menyisir rambutnya.

“Aku tersanjung dikritik oleh orang yang tidak bisa menembak karena alasan tidak bisa melihat tanpa kacamata,” kata Nick sarkastik.

“Hey, paling tidak aku aktor yang baik.” Joe membela diri. Dia mengembalikan sisir dan cermin pada James, dan saat itulah, Kendall mendapatkan ide.

.

Tok! Tok! Pintu gudang itu diketok dari luar. Saat pintu dibuka—

“Hai!” sapa pria berambut coklat dengan kacamata hitam.

“Kuharap ini penting,”

“It’s cold outside.” kata pria kedua yang berambut hitam.

“Dan? “

“Bagaiman kalau kita bertukar posisi sebentar? Hanya tiga puluh menit, setelah itu kami berdua akan kembali berjaga di luar lagi.” kata pria berambut coklat.

“Baiklah, 30 menit.” lalu dia bersama satu orang lagi bertukar posisi dengan pria berambut coklat dan hitam itu.

“Stay strong,” pria berambut hitam itu mengatakan kata-kata terakhir sebelum menutup pintu gudang. Dan ditengah kebingungan, tiba-tiba saja dua orang ini diserang dengan tongkat hoki dan kepala.

“Ah… Tongkatku penyok! Ini kesayanganku,” Kendall terlihat sedikit sedih saat ujung tongkat hokinya penyok.

“Carlos, kau benar-benar menyerang dengan kepala? Kau seperti banteng,” komentar Kevin.

Carlos menepuk-nepuk helm-nya dan menyeringai kecil, “Aku punya kepala yang kuat dan tahan setrum!”

“Sekarang kita berpencar di tiap pintu masuk dan menunggu kode dari mereka,” komando Nick. Mereka berempat lalu saling berpencar dan bersiap untuk perang yang sebenarnya.

.

James dan Joe mulai membaur bersama anak buah Hawk yang lain sambil terus memperhatikan kejadian di dalam.

“That’s Hawk.” bisik James sambil menunjuk pria serba hitam yang berhadap-hadapan dengan Mr. Stetson.

“James, kau maju ke depan, aku akan memeriksa kondisi di gudang ini,” bisik Joe. James mengangguk sekali dan mereka berpisah.

“Hei, kalian bisa dengan suaraku?” bisik James.

.

Nick menerima sinyal penyadap suara yang ada pada James.

“Ya, James. Aku bisa mendengarmu,”

‘Nick, Hawk sekarang berada di dekat pintu paling belakang, itu lokasimu sekarang kan?’

“Ya, dan sebaiknya kau jangan banya bicara sebelum orang mencurigaimu.”

‘Roger’

James nampaknya berjalan makin mendekati Hawk, Nick bisa mendengar suara Hawk dan Mr. Stetson dengan jelas.

‘…ini tidak terlalu berbeda dari marijuana…’

.

Mr. Stetson terlihat sedikit kurang yakin dengan Hawk. Dia mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Hawk dengan tatapan curiga.

“Jett, apa kau yakin ini orangnya?”

Jett yang berdiri di belakang ayahnya mencoba meyakinkan, “Tentu saja, dad! Dia satu-satunya orang bernama George Hawk di Dallas,” kata Jett.

“Mr Stetson, produk-ku ini sudah terbukti memiliki efek yang kuat. Dan lagipula aku mempunyai rumah kaca khusus untuk memproduksi, fresh from the oven,” kata Hawk.

Mr. Stetson nampak berfikir sejenak, menimbang-nimbang keputusan.

“Well… Apa kau sudah punya penawaran?”

.

“Hawk membuat narkobanya sendiri…” gumam Nick. Dia langsung sadar dan mencoba untuk menghubungi Joe.

“Joe, can you hear me?” Nick merapatkan receiver di telinganya.

Read More

    • #Kendall
    • #James
    • #Carlos
    • #Logan
    • #story
    • #submission
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 2
← Newer • Older →

About

This the official blog of @BTRindonesia. We share rushers' fanfiction and some project from Indonesia. Follow us to get to know us!

Me, Elsewhere

  • @BTRindonesia on Twitter
  • BTRindonesia on Vimeo
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Rusher Ask!
  • Submit Your Idea
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union